Rekomendasi Oli untuk Toyota Hilux: Viskositas, Interval, dan Estimasi Biaya
Toyota Hilux membutuhkan oli mesin dengan viskositas 5W-30 atau 10W-40 tergantung kondisi iklim dan tipe mesin (bensin atau diesel). Interval penggantian yang disarankan adalah setiap 10.000 km untuk kondisi normal atau 5.000 km untuk pemakaian berat. Estimasi biaya penggantian oli berkisar antara Rp 300.000 hingga Rp 800.000 tergantung brand dan tipe oli yang dipilih.
Toyota Hilux sebagai pickup tangguh yang sering digunakan untuk kerja berat, off-road, atau mengangkut beban memerlukan perhatian khusus dalam pemilihan oli mesin. Oli yang tepat akan melindungi mesin dari keausan berlebih, menjaga performa optimal, dan memperpanjang umur kendaraan. Artikel ini membahas rekomendasi oli yang sesuai untuk berbagai varian Hilux, interval penggantian yang ideal, serta estimasi biaya yang perlu disiapkan.
Perbedaan Kebutuhan Oli Hilux Bensin dan Diesel
Toyota Hilux tersedia dalam varian mesin bensin dan diesel, dan masing-masing memiliki kebutuhan oli yang berbeda. Mesin bensin umumnya menggunakan oli dengan spesifikasi API SN atau SN Plus, sedangkan mesin diesel memerlukan oli dengan rating API CF atau CI-4 yang dirancang untuk menangani kandungan sulfur dan tekanan kompresi tinggi.
Mesin diesel pada Hilux, khususnya varian 2.4L dan 2.8L turbo diesel, bekerja pada temperatur dan tekanan lebih tinggi dibanding mesin bensin. Oleh karena itu, oli untuk diesel harus memiliki additive package yang lebih kuat untuk mencegah penumpukan jelaga dan melindungi komponen turbocharger. Pemilihan oli yang tidak sesuai dapat menyebabkan penurunan efisiensi bahan bakar, kerusakan turbo, atau bahkan kerusakan mesin prematur.
Viskositas Oli yang Tepat untuk Toyota Hilux
Viskositas menunjukkan kekentalan oli pada berbagai suhu. Untuk Toyota Hilux, rekomendasi viskositas berbeda berdasarkan kondisi operasional dan iklim wilayah penggunaan.
Oli 5W-30
Viskositas 5W-30 adalah pilihan paling umum untuk Hilux yang digunakan di daerah dengan suhu sedang hingga panas. Angka 5W menunjukkan performa oli saat mesin dingin (cold start), sementara 30 adalah viskositas saat mesin mencapai suhu operasional. Oli ini memberikan perlindungan optimal untuk start-up dan mengurangi friction saat mesin panas, cocok untuk penggunaan harian dan beban kerja normal hingga sedang.
Oli 10W-40
Untuk Hilux yang sering digunakan dalam kondisi berat seperti mengangkut beban maksimal, menarik trailer, atau off-road intensif, oli 10W-40 lebih disarankan. Viskositas lebih tinggi pada suhu operasional (40) memberikan lapisan pelindung lebih tebal pada komponen mesin yang bekerja keras. Oli ini juga cocok untuk mesin dengan jarak tempuh tinggi (di atas 100.000 km) yang celah komponen mesinnya sudah sedikit lebih longgar.
Oli 15W-40
Viskositas 15W-40 umumnya digunakan untuk mesin diesel Hilux generasi lama atau yang beroperasi di lingkungan sangat panas dan berdebu. Oli ini memberikan perlindungan maksimal pada suhu tinggi tetapi tidak ideal untuk start-up di pagi hari yang dingin karena viskositas awalnya lebih kental.
| Viskositas | Kondisi Ideal | Keunggulan | Kekurangan |
|---|---|---|---|
| 5W-30 | Penggunaan harian, iklim sedang | Start-up mudah, hemat BBM | Kurang untuk beban sangat berat |
| 10W-40 | Beban berat, off-road, mesin tua | Proteksi maksimal suhu tinggi | Konsumsi BBM sedikit lebih tinggi |
| 15W-40 | Diesel lama, lingkungan panas | Sangat stabil di suhu ekstrem | Start-up lebih lambat saat dingin |
Jenis Oli yang Direkomendasikan
Selain viskositas, jenis oli (mineral, semi-sintetik, atau full synthetic) juga mempengaruhi performa dan interval penggantian.
Oli Mineral
Oli mineral adalah pilihan paling ekonomis dengan harga berkisar Rp 150.000 hingga Rp 250.000 untuk 4 liter. Cocok untuk Hilux dengan jarak tempuh tinggi atau mesin yang sudah tidak terlalu presisi. Namun, oli mineral memiliki interval penggantian lebih pendek (5.000 km) dan performa di suhu ekstrem kurang optimal.
Oli Semi-Sintetik
Oli semi-sintetik (synthetic blend) menawarkan keseimbangan antara harga dan performa. Dengan kisaran harga Rp 250.000 hingga Rp 450.000, oli ini cocok untuk Hilux yang digunakan untuk kerja sedang hingga berat. Interval penggantian bisa diperpanjang hingga 7.500 km, dan perlindungan mesin lebih baik dari oli mineral.
Oli Full Synthetic
Oli full synthetic adalah pilihan terbaik untuk Hilux modern, terutama varian dengan turbo diesel atau yang sering digunakan dalam kondisi ekstrem. Harganya berkisar Rp 450.000 hingga Rp 800.000, tetapi memberikan perlindungan maksimal, performa konsisten di berbagai suhu, dan interval penggantian hingga 10.000 km. Oli sintetik juga membantu menjaga kebersihan mesin dengan additive detergent yang lebih baik.
Beberapa brand oli full synthetic yang banyak digunakan untuk Toyota Hilux:
Interval Penggantian Oli Toyota Hilux
Interval penggantian oli tidak hanya bergantung pada jarak tempuh, tetapi juga kondisi pemakaian kendaraan. Toyota resmi merekomendasikan penggantian oli setiap 10.000 km atau 6 bulan (mana yang tercapai lebih dulu) untuk kondisi normal. Namun, definisi kondisi normal perlu dipahami dengan baik.
Kondisi Normal
Kondisi normal meliputi penggunaan di jalan beraspal rata, kecepatan konstan, jarang macet, dan tanpa beban berlebih. Dalam kondisi ini, oli full synthetic dapat bertahan hingga 10.000 km. Namun, sangat sedikit pemilik Hilux yang menggunakan kendaraannya dalam kondisi benar-benar normal mengingat karakter Hilux sebagai kendaraan kerja.
Kondisi Berat (Severe Service)
Mayoritas Hilux digunakan dalam kondisi berat yang meliputi sering berhenti dan jalan (stop and go), berkendara di jalan berdebu atau off-road, mengangkut beban penuh, menarik trailer, atau digunakan di daerah dengan suhu sangat panas atau dingin. Dalam kondisi ini, interval penggantian harus diperpendek menjadi 5.000 km atau 3 bulan.
Tanda-tanda oli perlu segera diganti:
- Warna oli sangat gelap atau kehitaman
- Tekstur oli sudah encer atau sebaliknya mengental tidak normal
- Suara mesin menjadi lebih kasar
- Lampu indikator oli menyala (segera periksa level dan kondisi oli)
- Oli berbau terbakar
Untuk pemilik Hilux yang sering berkendara di kondisi ekstrem, mempertimbangkan interval 5.000 km akan lebih aman dan ekonomis dalam jangka panjang karena mencegah kerusakan mesin yang biayanya jauh lebih mahal.
Estimasi Biaya Penggantian Oli dan Perawatan
Biaya penggantian oli Toyota Hilux terdiri dari beberapa komponen: oli mesin, filter oli, dan ongkos kerja (jika dilakukan di bengkel). Berikut rincian estimasi biaya:
| Komponen | Kisaran Harga | Keterangan |
|---|---|---|
| Oli Mineral (4-5L) | Rp 150.000 – 250.000 | Interval 5.000 km |
| Oli Semi-Sintetik (4-5L) | Rp 250.000 – 450.000 | Interval 7.500 km |
| Oli Full Synthetic (4-5L) | Rp 450.000 – 800.000 | Interval 10.000 km |
| Filter Oli | Rp 50.000 – 150.000 | Diganti setiap ganti oli |
| Ongkos Kerja | Rp 50.000 – 100.000 | Jika di bengkel umum |
| Total (Semi-Sintetik) | Rp 350.000 – 600.000 | Pilihan paling populer |
Kapasitas oli mesin Toyota Hilux bervariasi tergantung tipe mesin, umumnya berkisar 4,5 hingga 6 liter termasuk filter. Mesin diesel 2.4L dan 2.8L biasanya membutuhkan sekitar 5,5 liter.
Jika menggunakan oli full synthetic dengan interval 10.000 km, meskipun biaya per penggantian lebih tinggi, biaya per kilometer justru bisa lebih ekonomis dibanding oli mineral yang harus diganti setiap 5.000 km. Contoh perhitungan: oli synthetic Rp 600.000 per 10.000 km = Rp 60 per km, sedangkan oli mineral Rp 300.000 per 5.000 km = Rp 60 per km. Namun, oli synthetic memberikan perlindungan lebih baik.
Brand Oli Terpercaya untuk Toyota Hilux
Beberapa brand oli yang sering direkomendasikan untuk Toyota Hilux memiliki reputasi dan track record yang baik di pasar Indonesia:
Toyota Genuine Oil (TGO)
Oli resmi dari Toyota yang diformulasikan khusus untuk mesin Toyota. Tersedia dalam varian 0W-20, 5W-30, dan 10W-40. Keunggulannya adalah jaminan kompatibilitas sempurna dan dukungan warranty resmi. Harga di kisaran Rp 400.000 hingga Rp 700.000 untuk kemasan 4 liter.
Shell Helix
Shell Helix Ultra (full synthetic) dan Shell Helix HX7 (semi-synthetic) adalah pilihan populer. Shell Helix Ultra menggunakan teknologi PurePlus yang diklaim memberikan pembersihan mesin hingga 60% lebih baik. Cocok untuk Hilux diesel dengan turbo. Harga berkisar Rp 450.000 hingga Rp 750.000.
Castrol Magnatec
Castrol Magnatec memiliki teknologi Intelligent Molecules yang membentuk lapisan pelindung pada komponen mesin bahkan saat mesin mati. Sangat cocok untuk Hilux yang sering digunakan dengan pola start-stop. Varian diesel tersedia dengan harga Rp 400.000 hingga Rp 650.000.
Mobil Delvac
Khusus untuk mesin diesel, Mobil Delvac adalah pilihan premium yang banyak digunakan untuk kendaraan komersial dan pickup. Mobil Delvac MX 15W-40 dan Mobil Delvac 1 5W-40 (full synthetic) memberikan perlindungan maksimal untuk mesin diesel yang bekerja keras. Harga mulai dari Rp 350.000 hingga Rp 700.000.
Pertamina Fastron
Produk lokal dengan kualitas internasional. Pertamina Fastron Diesel tersedia dalam varian 5W-30 dan 15W-40, dengan harga yang lebih terjangkau (Rp 250.000 hingga Rp 500.000) namun tetap memenuhi standar API. Cocok untuk yang mencari keseimbangan antara kualitas dan harga.
Artikel lain yang membahas rekomendasi oli untuk kendaraan Toyota bisa dilihat di panduan oli Toyota Vios dan rekomendasi oli Toyota Yaris.
Tips Memilih Oli yang Tepat untuk Hilux Anda
Memilih oli bukan hanya soal brand atau harga, tetapi harus disesuaikan dengan kebutuhan spesifik kendaraan dan pola penggunaan. Berikut panduan praktis:
Sesuaikan dengan Spesifikasi Manual Book
Buku manual Toyota Hilux mencantumkan spesifikasi oli yang direkomendasikan. Perhatikan rating API (American Petroleum Institute) dan ILSAC (International Lubricant Standardization and Approval Committee). Untuk mesin diesel modern, pastikan oli memiliki rating minimal API CF-4 atau CI-4.
Pertimbangkan Usia Kendaraan
Hilux baru (kurang dari 3 tahun atau 50.000 km) sebaiknya menggunakan oli sesuai rekomendasi pabrikan untuk menjaga warranty. Hilux dengan usia di atas 5 tahun atau jarak tempuh di atas 100.000 km bisa menggunakan oli dengan viskositas sedikit lebih tinggi (misalnya beralih dari 5W-30 ke 10W-40) untuk mengkompensasi celah komponen mesin yang sudah lebih longgar.
Perhatikan Kondisi Operasional
Jika Hilux sering digunakan untuk off-road, mengangkut beban berat, atau berkendara di daerah berdebu, prioritaskan oli dengan additive package yang kuat dan interval penggantian lebih pendek. Oli dengan rating diesel seperti ACEA E4 atau E7 lebih cocok untuk kondisi ini.
Jangan Campur Brand dan Jenis Oli
Meskipun viskositas sama, formula oli dari brand berbeda bisa tidak kompatibel dan menyebabkan endapan atau penurunan performa. Jika terpaksa menambah oli (top-up) di perjalanan, usahakan gunakan brand dan tipe yang sama. Jika berbeda, segera lakukan penggantian total di penggantian berikutnya.
Cek Keaslian Produk
Oli palsu banyak beredar di pasaran dengan kemasan mirip asli. Beli dari distributor resmi atau toko terpercaya. Cek hologram, QR code, dan kemasan dengan teliti. Oli palsu dapat merusak mesin secara permanen.
Perawatan Tambahan Saat Ganti Oli
Penggantian oli adalah kesempatan terbaik untuk melakukan inspeksi komponen lain yang terkait dengan sistem pelumasan dan kesehatan mesin secara keseluruhan.
Selalu Ganti Filter Oli
Filter oli berfungsi menyaring kotoran dan partikel metal dari sirkulasi oli. Filter yang tersumbat membuat oli tidak bersirkulasi optimal dan mesin tidak terlindungi sempurna. Selalu ganti filter oli setiap kali ganti oli, jangan pernah reuse filter lama meskipun terlihat masih bagus.
Periksa Gasket/Seal
Gasket baut pembuangan dan seal filter oli harus diganti setiap penggantian untuk mencegah kebocoran. Gasket bekas bisa menyebabkan rembesan oli yang lambat laun akan menurunkan level oli.
Engine Flush (Optional)
Untuk Hilux dengan jarak tempuh tinggi atau yang sebelumnya tidak rutin ganti oli, engine flush bisa membantu membersihkan endapan di dalam mesin sebelum mengisi oli baru. Namun, gunakan dengan hati-hati dan hanya produk yang terpercaya karena engine flush yang salah bisa merusak seal mesin.
Cek Level Cairan Lain
Saat ganti oli, sekalian periksa level dan kondisi cairan lain seperti coolant, oli transmisi, oli power steering, dan minyak rem. Perawatan komprehensif akan menjaga Hilux tetap prima.
Inspeksi Visual
Periksa kondisi oil pan, selang-selang, dan area mesin untuk tanda-tanda kebocoran atau kerusakan. Deteksi dini masalah kecil bisa mencegah kerusakan besar di kemudian hari.
Untuk pemilik kendaraan lain, kami juga memiliki panduan serupa untuk oli Honda Civic, oli Honda CR-V, dan oli Honda Jazz.
Perbedaan Oli untuk Hilux Manual dan Automatic
Pembahasan di atas fokus pada oli mesin. Namun, perlu diingat bahwa Hilux dengan transmisi automatic juga memerlukan oli transmisi (ATF) yang berbeda dari oli mesin. Oli transmisi Hilux automatic harus diganti setiap 40.000 km atau 2 tahun dengan menggunakan Toyota ATF Type T-IV atau yang setara.
Jangan pernah menggunakan oli mesin untuk transmisi atau sebaliknya, karena fungsi dan formulanya sangat berbeda. Oli transmisi bekerja pada tekanan tinggi dan harus mampu melumasi clutch pack serta komponen hidrolik dalam transmisi, sementara oli mesin fokus pada pembakaran dan temperatur ekstrem.
Dampak Menggunakan Oli yang Salah
Menggunakan oli yang tidak sesuai spesifikasi dapat menimbulkan berbagai masalah pada Toyota Hilux:
- Viskositas terlalu rendah: Oli terlalu encer tidak memberikan proteksi cukup pada komponen mesin, terutama saat beban berat. Friction meningkat, komponen cepat aus, dan suara mesin menjadi kasar.
- Viskositas terlalu tinggi: Oli terlalu kental menyulitkan pompa oli mensirkulasikan oli, terutama saat start-up dingin. Ini meningkatkan konsumsi bahan bakar dan membuat mesin bekerja lebih berat.
- Spesifikasi tidak sesuai: Oli bensin untuk mesin diesel (atau sebaliknya) tidak memiliki additive yang tepat, bisa menyebabkan penumpukan deposit, kerusakan turbo, atau bahkan kegagalan mesin total.
- Kualitas rendah: Oli murahan atau palsu tidak memiliki stabilitas thermal yang baik, cepat teroksidasi, dan tidak melindungi mesin dengan optimal.
Biaya perbaikan mesin yang rusak akibat oli yang salah bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah, jauh lebih mahal daripada investasi pada oli berkualitas.
Ganti Oli Sendiri atau di Bengkel
Penggantian oli Toyota Hilux relatif mudah dilakukan sendiri jika Anda memiliki peralatan dasar dan pengetahuan yang cukup. Yang dibutuhkan:
- Dongkrak dan jack stand yang aman
- Kunci pas atau socket untuk baut pembuangan oli
- Wadah penampung oli bekas (minimal 6 liter)
- Kunci filter oli (jika filter model screw-on)
- Lap dan sarung tangan
Langkah dasar ganti oli:
- Panaskan mesin 5-10 menit agar oli lebih encer dan mudah dikuras
- Angkat mobil dengan dongkrak dan pasang jack stand dengan aman
- Buka baut pembuangan oli dan tampung oli bekas
- Lepas filter oli lama dan pasang filter baru (olesi seal dengan oli baru)
- Pasang kembali baut pembuangan dengan gasket baru
- Isi oli baru sesuai kapasitas yang direkomendasikan
- Nyalakan mesin, biarkan idle 1-2 menit, matikan mesin
- Tunggu 5 menit, cek level oli dengan dipstick, tambahkan jika kurang
- Periksa kebocoran di area baut pembuangan dan filter
Jika tidak yakin atau tidak memiliki peralatan, lebih baik ke bengkel. Biaya ongkos kerja Rp 50.000 hingga Rp 100.000 sangat worth it untuk memastikan pekerjaan dilakukan dengan benar dan aman.
Untuk referensi perawatan kendaraan lain, lihat panduan oli Honda City, oli Honda WR-V, dan oli Honda Mobilio.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Apakah Toyota Hilux diesel bisa pakai oli bensin?
Tidak disarankan. Mesin diesel memerlukan oli dengan additive khusus untuk menangani kandungan sulfur dan tekanan kompresi tinggi. Oli bensin tidak memiliki perlindungan yang cukup untuk mesin diesel, terutama untuk turbocharger. Selalu gunakan oli dengan spesifikasi API CF atau CI-4 untuk diesel.
Berapa liter oli yang dibutuhkan Toyota Hilux?
Kapasitas oli Toyota Hilux bervariasi tergantung tipe mesin. Untuk mesin diesel 2.4L dan 2.8L, kapasitas biasanya sekitar 5,5 hingga 6 liter termasuk filter. Selalu cek buku manual atau dipstick untuk memastikan level yang tepat, jangan overfill atau underfill.
Bolehkah menggunakan oli 5W-30 di Hilux diesel?
Boleh, asalkan oli tersebut memiliki spesifikasi diesel (API CF/CI-4). Viskositas 5W-30 cocok untuk kondisi normal dan memberikan efisiensi bahan bakar lebih baik. Namun, jika sering membawa beban berat atau off-road, 10W-40 lebih disarankan untuk proteksi ekstra.
Apakah oli full synthetic worth it untuk Hilux?
Ya, sangat worth it terutama untuk Hilux modern dan yang digunakan dalam kondisi berat. Oli synthetic memberikan perlindungan lebih baik, interval lebih panjang, performa konsisten di berbagai suhu, dan membantu menjaga kebersihan mesin. Dalam jangka panjang, biaya per kilometer bisa lebih ekonomis dan mencegah kerusakan mesin yang mahal.
Bagaimana cara mengetahui oli perlu diganti?
Selain mengikuti interval berdasarkan jarak tempuh, perhatikan tanda-tanda fisik: warna oli yang sangat gelap atau kehitaman, tekstur yang sudah terlalu encer atau mengental, suara mesin yang lebih kasar, atau oli berbau terbakar. Jika salah satu tanda ini muncul sebelum interval normal, segera ganti oli.
Apakah perlu engine flush setiap ganti oli?
Tidak perlu setiap kali. Engine flush hanya diperlukan jika Hilux jarang ganti oli sebelumnya, membeli mobil bekas dengan riwayat perawatan tidak jelas, atau terlihat banyak sludge saat ganti oli. Engine flush yang terlalu sering justru bisa merusak seal mesin. Cukup 1-2 kali per tahun atau sesuai kebutuhan.
Apakah bisa mixing oli lama dengan oli baru saat top-up?
Sebaiknya hindari, terutama jika brand atau tipe berbeda. Jika terpaksa menambah oli di perjalanan karena level rendah, usahakan gunakan brand dan viskositas yang sama. Jika harus pakai yang berbeda, tambahkan secukupnya untuk sampai tujuan, lalu segera lakukan oil change total untuk menghindari masalah kompatibilitas additive.
Oli mana yang paling bagus untuk Hilux off-road?
Untuk penggunaan off-road intensif, pilih oli full synthetic dengan viskositas 10W-40 dan rating API CI-4 Plus atau CJ-4 untuk diesel. Brand seperti Mobil Delvac, Shell Helix Ultra, atau Castrol Edge diesel memberikan perlindungan maksimal untuk mesin yang bekerja keras. Kombinasikan dengan interval penggantian lebih pendek (5.000 km) untuk perlindungan optimal.
Apakah oli murah merusak mesin?
Oli berkualitas rendah atau tidak memenuhi spesifikasi yang tepat dapat menyebabkan kerusakan mesin dalam jangka panjang. Oli murah umumnya memiliki additive package yang minimal, stabilitas thermal rendah, dan cepat teroksidasi. Ini menyebabkan penumpukan deposit, aus berlebih, dan penurunan efisiensi. Investasi pada oli berkualitas jauh lebih murah dibanding biaya perbaikan mesin.
Haruskah ganti filter oli setiap ganti oli?
Ya, selalu ganti filter oli setiap kali ganti oli. Filter yang tersumbat membuat oli tidak bersirkulasi dengan baik dan kotoran bisa kembali masuk ke mesin. Biaya filter oli relatif murah (Rp 50.000 hingga Rp 150.000) dibanding risiko kerusakan mesin akibat filter yang tidak berfungsi optimal.
Kapan waktu terbaik untuk ganti oli?
Secara teknis, ganti oli sebaiknya dilakukan saat mesin sudah agak hangat (setelah berkendara 5-10 menit) agar oli lebih encer dan mudah dikuras sempurna. Namun, pastikan tidak terlalu panas untuk keamanan. Dari sisi waktu, ganti oli bisa dilakukan kapan saja selama sudah mencapai interval yang ditentukan, tidak harus pagi atau sore.
Kesimpulan
Memilih oli yang tepat untuk Toyota Hilux adalah investasi penting untuk menjaga performa, efisiensi, dan umur mesin. Untuk kondisi normal, oli 5W-30 atau 10W-40 dengan spesifikasi API CF atau CI-4 untuk diesel adalah pilihan standar. Jika Hilux sering digunakan untuk kerja berat, off-road, atau mengangkut beban maksimal, oli full synthetic dengan viskositas 10W-40 memberikan perlindungan terbaik.
Interval penggantian harus disesuaikan dengan kondisi operasional, 10.000 km untuk kondisi normal dan 5.000 km untuk kondisi berat. Jangan menunda penggantian oli karena biaya perbaikan mesin yang rusak jauh lebih mahal daripada investasi pada oli berkualitas.
Estimasi biaya penggantian oli berkisar Rp 300.000 hingga Rp 800.000 tergantung jenis oli, dengan oli semi-synthetic menjadi pilihan populer yang menawarkan keseimbangan antara harga dan performa. Selalu gunakan filter oli baru setiap ganti oli dan beli produk dari distributor resmi untuk menghindari oli palsu.
Dengan perawatan oli yang tepat dan konsisten, Toyota Hilux Anda akan tetap tangguh dan andal untuk berbagai kondisi penggunaan, dari perkotaan hingga medan off-road ekstrem. Jangan lupakan juga perawatan rutin lainnya seperti pengecekan cairan lain, filter udara, dan komponen mesin untuk performa optimal.
Untuk panduan perawatan motor, lihat artikel oli Supra X 125, oli Yamaha Vixion, dan oli Honda Scoopy. Referensi tambahan untuk kendaraan Honda tersedia di panduan oli Honda BR-V.





