Perawatan Motor

Laher Roda Motor: Ciri Rusak dari Bunyi dan Getaran

16 Oct 202616 menit90x dibaca
Laher Roda Motor: Ciri Rusak dari Bunyi dan Getaran
Artikel ini mengandung tautan afiliasi Shopee. Kami dapat memperoleh komisi tanpa biaya tambahan untuk Anda.

Laher Roda Motor: Ciri Rusak dari Bunyi dan Getaran

Laher (bearing) roda motor yang rusak menimbulkan bunyi dengung, gerinding, atau krek-krek, terutama saat motor melaju di atas 40 km/jam. Getaran pada setang atau footstep juga muncul, disertai roda yang terasa longgar atau tidak stabil saat bermanuver. Jika dibiarkan, laher aus total dapat membuat roda macet mendadak atau copot dari as roda.

Apa Itu Laher Roda Motor dan Fungsinya

Laher roda (wheel bearing) adalah komponen bantalan bola atau rol yang memungkinkan roda berputar halus pada as roda dengan gesekan minimal. Setiap roda motor, baik depan maupun belakang, memiliki laher yang terpasang di hub roda (tromol). Laher bekerja dalam kondisi beban tinggi, kecepatan tinggi, dan terpapar debu, air, serta panas dari sistem pengereman.

Fungsi utama laher roda motor meliputi:

  • Meminimalkan gesekan: Memungkinkan roda berputar bebas tanpa hambatan signifikan, mengurangi kehilangan tenaga dan konsumsi bahan bakar.
  • Menopang beban vertikal: Menahan berat motor, penumpang, dan barang bawaan yang diteruskan ke roda.
  • Menjaga stabilitas roda: Mencegah roda bergoyang atau oleng, menjaga kendaraan tetap stabil saat melaju atau berbelok.
  • Menerima gaya lateral: Menahan gaya samping saat bermanuver, terutama saat menikung atau melintasi jalan bergelombang.

Laher roda motor umumnya bertipe sealed bearing (bantalan tertutup) yang sudah dilumasi dari pabrik dan tidak memerlukan penambahan grease manual. Namun, seal (karet penutup) yang bocor atau aus akan membuat pelumas keluar dan kontaminan masuk, mempercepat kerusakan.

Ciri-ciri Laher Roda Motor Rusak

Mengenali gejala awal kerusakan laher roda sangat penting untuk mencegah kegagalan fatal. Berikut tanda-tanda yang harus diwaspadai:

1. Bunyi Dengung atau Gerinding dari Roda

Bunyi paling khas dari laher rusak adalah dengung (humming) atau gerinding (grinding) yang terdengar saat motor melaju. Bunyi ini berasal dari bola-bola bearing atau rol yang aus, sehingga tidak lagi berputar halus di race (jalur bearing). Karakteristik bunyi laher rusak:

  • Frekuensi meningkat seiring kecepatan: Semakin cepat motor melaju, bunyi dengung makin nyaring. Biasanya mulai terdengar jelas di atas 40-50 km/jam.
  • Tidak hilang saat gas ditutup: Berbeda dengan bunyi dari rantai atau CVT, bunyi laher tetap ada bahkan saat throttle dilepas, selama roda masih berputar.
  • Terdengar dari satu sisi: Jika hanya satu laher yang rusak, bunyi akan lebih keras dari arah roda yang bermasalah. Tes dengan cara membelokkan motor ke kiri dan kanan; bunyi akan berubah intensitas saat beban berpindah.
  • Bunyi gerinding kasar: Pada kerusakan parah, terdengar bunyi seperti logam bergesekan (metal-to-metal grinding), menandakan bola bearing sudah aus atau pecah.

Bunyi dengung dari laher roda motor mirip dengan bunyi laher roda mobil, namun pada motor lebih mudah diidentifikasi karena jarak ke telinga lebih dekat dan minim isolasi suara.

2. Getaran pada Setang atau Footstep

Laher yang aus atau longgar menciptakan ketidakseimbangan rotasi roda, menghasilkan getaran yang merambat ke rangka motor. Getaran ini dirasakan di:

  • Setang (handlebar): Terutama jika laher roda depan yang rusak. Getaran terasa seperti vibrasi halus hingga kasar, tergantung tingkat kerusakan.
  • Footstep dan jok: Jika laher roda belakang yang bermasalah, getaran akan lebih terasa di footstep penumpang dan area jok.
  • Getaran tidak konsisten: Intensitas getaran berubah-ubah sesuai kecepatan dan kondisi jalan. Pada laher yang sangat aus, getaran bisa terasa seperti roda bergoyang.

Getaran ini berbeda dengan getaran normal dari mesin atau ban yang tidak balancing. Getaran akibat laher rusak lebih kasar dan disertai bunyi khas.

3. Roda Terasa Longgar atau Bergoyang

Saat laher aus, celah antara bola bearing dan race membesar, menyebabkan roda memiliki play (kelonggaran) yang tidak seharusnya ada. Cara mengecek:

  • Tes manual: Dongkrak motor hingga roda yang dicurigai terangkat. Pegang roda di sisi atas dan bawah, goyangkan dengan tangan. Jika ada gerakan goyang (play) vertikal, laher sudah aus.
  • Tes lateral: Pegang roda di sisi kiri dan kanan, goyangkan horizontal. Play yang terasa menandakan laher atau bearing as roda (bukan laher roda) bermasalah.
  • Roda tidak stabil saat belok: Saat bermanuver atau menikung, roda terasa tidak presisi, seolah ada delay antara input kemudi dan respons roda.

Kelonggaran pada laher sangat berbahaya karena dapat membuat roda copot dari as saat melaju kencang atau saat pengereman keras.

4. Bunyi Krek-krek atau Klik saat Jalan Pelan

Pada tahap awal kerusakan, laher mungkin mengeluarkan bunyi krek-krek atau klik-klik saat motor berjalan pelan atau saat start dari posisi berhenti. Bunyi ini berasal dari bola bearing yang mulai aus atau retak, sehingga tidak berputar mulus. Bunyi krek-krek bisa juga disalahartikan sebagai bunyi dari:

  • Kampas rem aus: Jika bunyi muncul saat rem diinjak atau dilepas, kemungkinan dari kampas rem atau caliper.
  • Rantai kendor: Bunyi krek dari rantai lebih terdengar dari area tengah motor, bukan dari roda.
  • Suspensi atau bushing: Seal shock depan bocor atau bushing aus juga bisa menimbulkan bunyi krek saat melewati gundukan.

Untuk memastikan sumber bunyi dari laher, dongkrak roda dan putar dengan tangan; jika terasa kasar atau terdengar krek-krek, laher sudah perlu diganti.

5. Roda Terasa Berat atau Drag

Laher yang rusak bisa menyebabkan roda terasa berat berputar (drag) karena gesekan internal meningkat. Gejala ini meliputi:

  • Motor terasa berat saat didorong: Saat motor dimatikan dan didorong manual, terasa lebih berat dari biasanya.
  • Akselerasi lambat: Motor butuh lebih banyak throttle untuk mencapai kecepatan yang sama, karena sebagian tenaga terbuang untuk melawan gesekan laher.
  • Konsumsi BBM naik: Meski tidak drastis, gesekan tambahan dari laher rusak bisa sedikit meningkatkan konsumsi bahan bakar.
  • Roda panas berlebihan: Hub roda (tromol) terasa panas saat disentuh setelah berkendara, menandakan gesekan tinggi di dalam laher.

Pada kasus ekstrem, laher yang macet total (seized) bisa membuat roda terkunci dan motor tidak bisa berjalan.

6. Bunyi Berubah atau Hilang saat Belok

Salah satu tes diagnosis laher rusak adalah memperhatikan perubahan bunyi saat motor berbelok. Saat motor dimiringkan ke kiri atau kanan, beban pada laher berpindah:

  • Bunyi berkurang saat belok ke satu arah: Jika laher kanan depan rusak, bunyi akan berkurang saat motor belok kanan (beban berkurang pada laher kanan). Sebaliknya, bunyi makin keras saat belok kiri (beban bertambah pada laher kanan).
  • Bunyi konsisten: Jika bunyi tidak berubah saat belok, kemungkinan sumber bunyi bukan dari laher roda, melainkan dari komponen lain seperti rantai, CVT, atau bearing mesin.

Penyebab Laher Roda Motor Rusak

Memahami penyebab kerusakan membantu Anda mencegah kerusakan berulang setelah penggantian. Faktor utama penyebab laher roda motor rusak:

1. Usia Pemakaian dan Kilometer Tempuh

Laher roda motor memiliki umur pakai terbatas. Pada kondisi normal, laher bisa bertahan 40.000 hingga 80.000 km, tergantung kualitas komponen dan kondisi pemakaian. Setelah jarak tempuh tertentu, material bearing aus secara alami akibat gesekan konstan, bahkan dengan pelumasan yang baik.

2. Seal (Karet Penutup) Bocor atau Rusak

Seal berfungsi menjaga grease tetap di dalam laher dan mencegah air, debu, serta kotoran masuk. Seal yang bocor, robek, atau mengeras akibat usia menyebabkan:

  • Grease keluar: Pelumasan berkurang, gesekan meningkat, suhu naik, dan laher cepat aus.
  • Kontaminan masuk: Pasir, debu, dan air masuk ke dalam laher, bertindak seperti abrasive yang mengikis permukaan bola bearing dan race.
  • Korosi: Air yang masuk menyebabkan karat pada komponen bearing, mempercepat kerusakan.

3. Pemakaian di Kondisi Ekstrem

Kondisi berkendara yang berat mempercepat keausan laher:

  • Jalan rusak atau off-road: Hentakan dari jalan bergelombang, lobang, atau batu memberikan beban kejut (shock load) pada laher, menyebabkan brinelling (lekukan pada race).
  • Beban berlebih: Motor sering membawa penumpang bertiga atau barang berat melebihi kapasitas, menambah beban pada laher.
  • Kecepatan tinggi terus-menerus: Berkendara pada kecepatan tinggi dalam waktu lama meningkatkan suhu dan RPM laher, mempercepat degradasi grease dan material bearing.
  • Terendam air: Sering melewati genangan atau banjir membuat air masuk ke laher jika seal tidak sempurna, menyebabkan korosi cepat.

4. Pemasangan yang Tidak Tepat

Kesalahan saat instalasi laher baru dapat merusak komponen sebelum dipakai:

  • Pemasangan miring: Laher yang dipasang tidak lurus (cocked) akan aus tidak merata dan cepat rusak.
  • Pemukulan langsung pada bearing: Memasang laher dengan cara memukul langsung (bukan menggunakan drift atau press tool) bisa merusak bola bearing atau race.
  • Torsi mur as roda tidak tepat: Mur as roda yang terlalu kencang atau terlalu longgar menyebabkan beban tidak merata pada laher.

5. Kualitas Komponen Aftermarket Rendah

Laher roda pengganti dengan harga murah sering kali memiliki kualitas material, presisi, dan seal yang buruk. Laher KW atau tiruan bisa rusak dalam hitungan ribu kilometer, bahkan kurang dari setengah umur laher original.

Cara Cek Laher Roda Motor Rusak atau Tidak

Berikut prosedur pemeriksaan laher roda motor yang bisa dilakukan sendiri:

Langkah 1: Tes Jalan (Test Drive)

  1. Berkendara pada kecepatan 40-60 km/jam di jalan lurus dan halus.
  2. Tutup gas dan biarkan motor melaju dengan gigi netral (untuk motor manual) atau posisi D tanpa gas (untuk motor matic).
  3. Dengarkan dengan seksama bunyi dengung atau gerinding. Jika ada, catat dari arah mana bunyi paling keras (depan kiri, depan kanan, belakang).
  4. Lakukan tes belok: belok tajam ke kiri dan kanan pada kecepatan rendah, perhatikan apakah bunyi berubah intensitas atau hilang.

Langkah 2: Tes Manual dengan Dongkrak

  1. Dongkrak motor hingga roda yang dicurigai terangkat bebas dari tanah. Pastikan motor stabil dan aman.
  2. Putar roda dengan tangan. Roda harus berputar halus tanpa hambatan, tanpa bunyi kasar atau krek-krek.
  3. Pegang roda di posisi jam 12 dan jam 6, goyangkan vertikal. Tidak boleh ada play (kelonggaran).
  4. Pegang roda di posisi jam 3 dan jam 9, goyangkan horizontal. Play sedikit mungkin dari bearing as roda, bukan wheel bearing.
  5. Dekatkan telinga ke hub roda, putar roda perlahan. Dengarkan bunyi kasar, krek, atau grinding yang menandakan bearing aus.

Langkah 3: Cek Suhu Hub Roda

  1. Setelah berkendara 10-15 menit pada kecepatan normal, berhenti dan sentuh hub roda (tromol) dengan hati-hati.
  2. Hub roda boleh hangat, tapi tidak boleh panas berlebihan hingga tidak bisa dipegang lebih dari 2-3 detik.
  3. Jika salah satu roda jauh lebih panas dari roda lainnya, kemungkinan laher roda tersebut bermasalah atau rem macet.

Langkah 4: Inspeksi Visual Seal

  1. Lepas roda untuk akses lebih baik (opsional).
  2. Periksa seal (karet hitam di sekeliling laher) dari luar. Cari tanda-tanda robek, retak, atau grease yang bocor keluar.
  3. Jika seal rusak, air dan kotoran pasti sudah masuk, dan laher perlu diganti meski belum menunjukkan gejala parah.

Risiko Tidak Mengganti Laher Roda yang Rusak

Menunda penggantian laher yang sudah rusak dapat mengakibatkan:

  • Kecelakaan fatal: Laher yang macet total atau copot bisa membuat roda terkunci mendadak atau lepas dari as saat melaju, menyebabkan motor hilang kendali.
  • Kerusakan komponen lain: Laher yang aus berlebihan akan merusak hub roda (tromol), as roda (spindle), dan bearing as roda. Biaya perbaikan menjadi jauh lebih mahal.
  • Ketidakstabilan kendaraan: Roda yang bergoyang atau tidak presisi membuat motor sulit dikendalikan, terutama saat berbelok atau bermanuver darurat.
  • Kerusakan ban tidak merata: Laher rusak menyebabkan roda berputar tidak center, mengakibatkan ban aus tidak merata (cupping).

Segera ganti laher begitu gejala muncul. Jangan tunggu sampai bunyi atau getaran makin parah.

Proses dan Biaya Ganti Laher Roda Motor

Penggantian laher roda motor memerlukan peralatan khusus (press tool, bearing puller) dan keahlian, sehingga sebaiknya dilakukan di bengkel resmi atau bengkel spesialis kaki-kaki.

Proses Penggantian Laher Roda

  1. Bongkar roda dan rem: Lepas roda, caliper rem (jika disc brake), dan piringan rem atau tromol rem.
  2. Lepas laher lama: Gunakan bearing puller atau press untuk mengeluarkan laher lama dari hub roda. Hati-hati agar tidak merusak hub.
  3. Bersihkan hub roda: Bersihkan sisa grease lama, kotoran, dan karat dari dudukan laher di hub.
  4. Pasang laher baru: Gunakan press atau drift yang sesuai untuk memasang laher baru secara lurus dan rata. Jangan memukul langsung pada bearing.
  5. Grease (jika perlu): Untuk laher non-sealed, isi dengan grease bearing berkualitas. Untuk sealed bearing, tidak perlu tambahan grease.
  6. Pasang kembali komponen: Rakit kembali rem, roda, dan kencangkan mur as roda sesuai spesifikasi torsi pabrikan.
  7. Tes jalan: Test drive untuk memastikan tidak ada bunyi, getaran, atau kelonggaran.

Biaya Ganti Laher Roda Motor

Biaya bervariasi tergantung tipe motor, merek laher, dan bengkel:

Komponen Harga (Rp)
Laher roda depan (original/OEM) 80.000 – 250.000
Laher roda belakang (original/OEM) 100.000 – 300.000
Laher aftermarket merk ternama 50.000 – 150.000
Ongkos pasang per roda 50.000 – 150.000
Total per roda (parts + jasa) 150.000 – 450.000

Untuk motor bebek dan matic, biaya cenderung lebih murah. Motor sport atau big bike bisa lebih mahal karena laher lebih besar dan presisi tinggi.

Tips Merawat Laher Roda Motor agar Awet

Meski laher adalah komponen yang aus, perawatan yang tepat bisa memperpanjang umur pakai:

1. Hindari Genangan Air Dalam

Jangan sering melewati genangan air dalam atau banjir. Jika terpaksa, jaga kecepatan rendah agar percikan air tidak masuk ke hub roda. Setelah melewati air, keringkan motor dan hub roda.

2. Jaga Tekanan Angin Ban

Ban yang kurang angin membuat beban pada laher meningkat dan tidak merata. Periksa tekanan ban rutin sesuai rekomendasi pabrikan.

3. Hindari Beban Berlebih

Jangan sering membawa beban melebihi kapasitas maksimal motor. Beban berlebih mempercepat keausan laher, suspensi, dan komponen kaki-kaki lainnya.

4. Periksa Berkala

Lakukan pemeriksaan laher roda setiap servis berkala atau minimal setiap 10.000 km. Deteksi dini gejala kerusakan bisa mencegah kerusakan parah.

5. Gunakan Laher Original atau Kualitas Setara

Saat ganti laher, pilih original parts atau aftermarket dengan merek ternama (seperti NTN, NSK, SKF, Koyo). Hindari laher murah tanpa merek yang cepat rusak. Laher berkualitas memiliki seal lebih baik, material lebih presisi, dan umur pakai lebih lama.

6. Pasang dengan Benar

Pastikan pemasangan dilakukan oleh mekanik berpengalaman dengan peralatan yang tepat. Pemasangan yang asal-asalan bisa merusak laher baru sebelum dipakai.

7. Perhatikan Kondisi Berkendara

Hindari hentakan keras pada roda (misalnya saat melewati polisi tidur dengan kecepatan tinggi, atau masuk lobang dalam). Hentakan keras bisa menyebabkan brinelling pada race laher, memperpendek umur pakai.

Membedakan Bunyi Laher dengan Bunyi Komponen Lain

Bunyi dari laher roda sering disalahartikan sebagai bunyi dari komponen lain. Berikut cara membedakannya:

Sumber Bunyi Karakteristik Bunyi Kondisi Muncul
Laher roda rusak Dengung konstan, frekuensi naik sesuai kecepatan, tidak hilang saat gas ditutup Saat motor melaju, berubah intensitas saat belok
Rantai motor kendor/kering Krek-krek atau ngaung, terdengar dari area tengah motor Saat akselerasi atau deselerasi, hilang saat motor dorong manual
Kampas rem aus Cicit atau gerinding saat rem diinjak Hanya saat pengereman, hilang saat rem dilepas
CVT/V-belt matic aus Ngaung atau ngelitik dari area CVT Saat akselerasi, terutama dari kecepatan rendah
Kampas kopling selip Mesin ngempos, RPM naik tapi kecepatan tidak Saat akselerasi penuh atau tanjakan
Shock absorber bocor Bunyi jedug atau kres saat melewati gundukan Hanya saat melewati jalan tidak rata

Jika masih ragu, lakukan tes dongkrak roda dan putar manual. Bunyi dari laher akan terdengar jelas dari hub roda saat roda diputar dengan tangan.

Pemahaman tentang bunyi dan getaran dari berbagai komponen kaki-kaki motor membantu diagnosis lebih akurat. Komponen lain yang juga bisa menjadi sumber bunyi atau getaran termasuk seal shock depan yang bocor, yang menyebabkan bunyi jedug saat melewati jalan bergelombang.

Kapan Harus Ganti Laher Roda Motor

Ganti laher roda motor segera jika:

  • Bunyi dengung atau gerinding terdengar jelas saat motor melaju di atas 40 km/jam.
  • Roda bergoyang atau ada play saat digoyangkan manual dengan motor didongkrak.
  • Getaran kasar terasa di setang atau footstep yang tidak hilang meski ban sudah dibalancing.
  • Hub roda panas berlebihan setelah berkendara normal.
  • Seal laher terlihat robek atau bocor grease, meski belum ada gejala bunyi.
  • Kilometer sudah mencapai 60.000 km ke atas dan belum pernah diganti (meski belum ada gejala, pertimbangkan penggantian preventif).

Jangan menunggu sampai bunyi sangat keras atau roda macet. Penggantian dini lebih murah dan aman.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Laher Roda Motor

1. Apakah laher roda motor perlu diganti berdua (kanan-kiri)?

Tidak harus, tapi dianjurkan. Jika salah satu laher rusak, laher di sisi lain biasanya juga sudah aus karena pemakaian yang sama. Mengganti keduanya sekaligus mencegah penggantian ulang dalam waktu dekat dan menghemat ongkos pasang.

2. Berapa lama waktu penggantian laher roda motor di bengkel?

Penggantian laher roda depan atau belakang biasanya memakan waktu 1 hingga 2 jam per roda, tergantung tipe motor dan ketersediaan peralatan. Motor dengan disc brake dan ABS bisa lebih lama karena pembongkaran lebih kompleks.

3. Apakah laher roda motor bisa diservice (dibersihkan dan dilumasi ulang)?

Untuk laher tipe sealed (tertutup), tidak bisa diservice. Sealed bearing dirancang untuk dipakai hingga rusak, lalu diganti. Laher tipe non-sealed (jarang dipakai di motor modern) bisa dibongkar, dibersihkan, dan dilumasi ulang, tapi prosesnya rumit dan jarang dilakukan.

4. Apakah bunyi laher rusak bisa hilang sendiri?

Tidak. Bunyi laher rusak tidak akan hilang sendiri dan justru akan makin keras seiring waktu. Kadang bunyi bisa berkurang sementara setelah berkendara jauh karena grease yang tersisa meleleh dan melumasi sementara, tapi ini hanya sementara dan kerusakan tetap berlanjut.

5. Bisakah saya tetap berkendara dengan laher roda yang bunyi?

Sangat tidak dianjurkan. Laher yang bunyi menandakan keausan sudah parah dan berisiko macet atau copot tiba-tiba. Segera ke bengkel untuk penggantian. Jika terpaksa berkendara, batasi kecepatan maksimal 40 km/jam dan hindari jarak jauh.

6. Apakah laher roda motor bisa rusak padahal motor jarang dipakai?

Bisa. Motor yang jarang dipakai dan dibiarkan lama parkir bisa membuat seal laher mengeras dan retak, grease mengental atau keluar, dan kelembapan masuk menyebabkan korosi. Idealnya motor dipakai minimal seminggu sekali agar komponen bergerak dan pelumasan tetap merata.

7. Apakah ada perbedaan laher roda motor matic dan manual?

Secara fungsi sama, tapi ukuran dan tipe bisa berbeda. Motor matic biasanya menggunakan laher lebih kecil karena roda lebih kecil dan beban lebih ringan. Motor manual atau sport menggunakan laher lebih besar dan robust karena kecepatan dan beban lebih tinggi.

8. Bagaimana jika bunyi hanya muncul saat motor dingin?

Jika bunyi hanya muncul saat motor dingin dan hilang setelah motor panas, kemungkinan bukan dari laher roda. Ini bisa dari komponen mesin (seperti timing chain atau klep yang renggang), atau dari CVT/V-belt yang masih dingin. Namun, tetap periksa laher untuk memastikan.

9. Apakah menggunakan laher aftermarket aman?

Aman, asalkan memilih merek aftermarket yang berkualitas dan memiliki reputasi baik (seperti NTN, NSK, SKF, Koyo). Hindari laher tanpa merek atau harga terlalu murah yang biasanya cepat rusak dan tidak presisi. Laher berkualitas aftermarket bisa awet setara dengan original dengan harga lebih terjangkau.

10. Apakah laher roda belakang lebih jarang rusak dibanding depan?

Umumnya ya, terutama pada motor roda belakang penggerak rantai (bukan hub motor/belt). Laher depan lebih sering terkena tekanan lateral saat belok dan lebih mudah terkena percikan air dari jalan. Namun, laher belakang juga aus seiring waktu, terutama jika sering membawa beban berat atau motor dipakai untuk touring jarak jauh.

Kesimpulan

Laher roda motor yang rusak menimbulkan gejala khas berupa bunyi dengung atau gerinding yang frekuensinya meningkat sesuai kecepatan, getaran kasar pada setang atau footstep, serta kelonggaran atau goyang pada roda. Penyebab utama kerusakan adalah usia pemakaian, seal yang bocor, kondisi berkendara ekstrem, dan kualitas komponen yang buruk. Deteksi dini melalui tes jalan, tes manual dengan dongkrak, dan inspeksi visual dapat mencegah kegagalan fatal seperti roda macet atau copot saat melaju.

Penggantian laher harus dilakukan segera begitu gejala muncul, dengan biaya berkisar Rp150.000 hingga Rp450.000 per roda, tergantung tipe motor dan pilihan parts. Pilih laher original atau aftermarket berkualitas, dan pastikan pemasangan dilakukan oleh mekanik berpengalaman dengan peralatan yang tepat. Perawatan preventif seperti menghindari genangan air dalam, menjaga tekanan ban, dan tidak membawa beban berlebih dapat memperpanjang umur laher hingga 60.000 km atau lebih.

Jangan abaikan bunyi atau getaran dari roda, karena laher yang aus parah dapat menyebabkan kecelakaan serius. Lakukan pemeriksaan rutin setiap servis berkala dan segera tindak lanjut jika ada indikasi kerusakan. Keselamatan berkendara dimulai dari kondisi kaki-kaki motor yang prima, termasuk laher roda yang berfungsi dengan baik.